Jebbhenk Madura
zwani.com myspace graphic comments

Pages

Selamat Datang Di Blog Jebbhenk Madura

Ketika hidup memberi kata TIDAK atas apa yg kamu inginkan, percayalah, Tuhan selalu memberi kata YA atas apa yg kamu butuhkan.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Tersakiti Oleh Kenangan

Meneteslah air mataku,
Jatuh lembut melewati mahligai rasaku
Mengenang kenanangan indah bersamamu dulu…
Jauh kian menjauh langkah pikiranku
Hilang semakin hilang rasa sayangku
kini hanya dapat mengeluh atas semua kenanganku.
puisi ini karya : Youma

Fitrah Cinta

Pasang dan surut cintaku bukan hampa makna
Cinta yg menguap bukan hilang begitu saja
Terbang sekian lama bukan tanpa kepastian
Pabila cinta telah penuh berhimpun
Tercurah sedemikian rupa membentuk tujuh warna pelangi menawan
Tanpa melukai siapapun bahkan apapun
Mengalir pada garis garis perlintasannya
Menjangkau setiap lapisan lapisan
Menebar cinta tanpa pandang bulu
Meresap melebur sejuta keburukan
Untuk memancar segar kembali dengan sejuta kebaikan
Benih pohon cinta berkecambah Tumbuh berkawan dingin dan panas
Daun yg menguning terlepas terbang bukan sia sia
Buah yang ranum jatuh bukan tanpa alasan
Semakin tumbuh subur rimbun dn kokoh penuh hikmah
Cinta purnama …
Hanya di setiap jiwa yg penuh ketulusan dia bersemayam
Hanya dapat diraba dng hati yg setia
Cinta adalah fitrah tuhan seru sekalian alam

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/11/fitrah-cinta.html#ixzz1eqqAClP2
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

Minggu, 20 November 2011

MENTARI DAN REMBULAN

mentari telah berubah merah kekuningan.
menandakan senja kan tiba.
mentari beri salam perpisahan pada sang rembulan.
rembulan pun tersenyum saatnya terangi sang malam.

kini malam kembali gelap.
dengan setianya sang rembulan bersinar menerangi malam
ditemani oleh tawa kecil sang bintang.
penghias dinginnya malam

walau terkadang rasa dingin menerpa
tak sedikitpun dirasakan oleh sang rembulan
masih hangat terasa tawa kecil sang bintang
hangatkan sang rembulan slalu

seiring waktu berputar
pagi pun kian menjelang
nampak berkelip cahaya menyilaukan
terang tak lagi merah kekuningan

nampaknya rembulan ingin padam
lelah sudah menemani malam
kini saatnya beristirahat sahut sang rembulan
bintang pun demikian apa adanya

sama persis seperti kemarin senja
menandakan saatnya malam kan tiba
mentari pun beri salam perpisahan pada sang rembulan
rembulan pun tersenyum saatnya terangi sang malam

KEMATIAN

Aku terbangun dalam doa dalam sujud -sujud yang panjang
bergetar hati tuk panjatkan doa
gemuruh rupa, terduduk dalam sepi di keheningan hari yang meyapa subuh
tengadah tangan tuk berdoa menyambut kematian di pagi subuh
terisak meyambut doa tuk katakan maaf dan ampunkan dia walau detik telah menunggu
hitungan waktu terus berputar menemani waktu yang kian sempit
setelah berdoa tertidur dalam hitungan waktu yang terus berputar
meminta diakhiri agar mudah menjemput ajal
terbangun menjelang subuh ditanya namaku
oh aku tidak pergi wahai sang orang yang kucinta
kulihat mata itu menatap atas melihat malaikat maut
ku ucap di telingganya kata Syahadat tuk menghadap ilahi
meyebut Allah sebelum ajal mejemput bahagia diri
lalu katakan inalillahi wainnailahi rojiun
dan wafat di pangkuanku ketika Subuh itu menyambutnya
dengan tenang

TANPA CINTA

tak terbayangkan dalam nalar pikirku
kaulah yang slama ini ku pikir baik diantara hidupku yg suram
mengapa kau juga tancapkan pisau yg lebih perih
seakan tak peduli perasaanku yg awalnyapun tak ada kamu merasa perih
taukah engkau jika aku merasa slalu disalahkan
dan seakan aku tak pernah ada di duniaku sendiri
dan kini kaupun lukai aku…juga
seakan kini hidup tanpa cinta 1 kali saja
setega inikah yg harus engkau berikan padaku
seperti aku dibuang tak tau kemana arahnya
patutkah aku dibenci tanpa sebuah alasan

HITAM PUTIH

kagumku pada sang hitam,
jelas dan tegas di atas kertas putih,
serasi menjadi pasangan abadi,
mengurai cerita sambung menyambung.
Takjubku pada sang putih,
selalu setia dengan cahaya keindahan,
menutup sang hitam dengan keikhlasan,
menjadi topeng cantik sepanjang masa.
Hitam bukanlah penoda putih,
bukan pula perusak kesucian,
karena kesucian tak selamanya putih,
seperti yang tampak terang di mata.
Jika hitam adalah kesunyian,
maka putih adalah kesepian abadi,
seperti salju berserakan pada pualam,
mendinginkan tapi tak membekukan.
Jika hitam adalah penghalang,
maka putih adalah perintang,
untuk apa putih dibanggakan,
jika tak membawa sampai tujuan.

Sabtu, 19 November 2011

PUISI kehidupan ku

Terbang tak berdaya.....
Linglung terhempas semilir angin
Ke kanan ke kiri jauh tak terbayang di anggan
Tarian elok rerumputan tak tertahan memikat hati


Terbang linglung memilih teduhan hati
Kumbang .............kumbang........kumbang
Kemana pun kau berteduh kesepian selalu menghingap
Tak tertahan rasa sedih menyayat perasaan ini........

Kumbang.........kumbang.......kumbang
Kian kau mendekat rerumputan slalu menghempas
Kian kau lama memilih kian pula kau kesepian
Kini cinta tak mudah tuk di pilih
Kini cinta terlalu menyakiti


Cinta sang kumbang terbang melayang
Cinta sang kumbang terhempas tertelan sang pelipur lara
Cinta....cinta.......cinta
Wujudmu tak nyata, rasa sakitmu tak terhingga

HARAPAN CINTA

Dalam tawa ku menyimpan duka.
Dalam senyumku aku menangis.
Dalam diam aku menahan.
Sebuah asa yg kurasa.
Namun sulit untuk tercipta.

Lelah hati bersandiwara.
Menutupi semua realita.
Rasa cinta yg ada.
Membuatku sesak dlm dada.
Ingin rasa kuucap kata cinta.
Agar terlepas semua beban jiwa.

Namun... Kini terlambat bagiku.
Karena aku telah pergi jauh.
Mengapa tak dari dulu.
Menyadari cintamu padaku.

Kini... Hanya satu harapanku.
Menunggu dirimu.
Ataukah... Kuharus mencari penggantimu

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More